Bagus diam saja, seharian ia bekerja tak bergerak sama sekali dari tempat duduknya, hingga Bagas menyuruh Cheryl untuk memanggilkan Bagus ke ruangannya. Dan laki-laki di depannya yang biasanya konyol dan selalu bergurau kini hanya diam tanpa senyum bahkan tanpa ekspresi. "Yah semalaman gue merenung Gas, gue memang bodoh, tapi gue gak dosa juga kok kalo cuman mencintai kakak lu kan gue gak rebut dia dari suaminya, hanya gue berharap terlalu tinggi, gue mikir ini kasus besar yang pasti bikin kakak lu shock dan minta pisah, gue gak tau kalo cinta yang amat besar itu akan sanggup memaafkan kesalahan sebesar apapun, hanya gue pikir kakak lu bodoh juga, maaf Gas, dia wanita baik-baik, suci, jujur, eh dapat suami yang meski kaya dan tampan tapi brengsek." "Itu kan kata lu Gus, lagian bener kata

