28. Kamar Mandi

1013 Kata

"Aku ke depan duluan," ucap Ezhar. "Iya, duluan aja." Kiara menggandeng tangan ku. Dulu aku tahu bahwa Ezhar menyukai Kiara, tapi aku tidak tahu apakah perasaan itu masih sama atau tidak. Seingatku, Kiara hanya menganggap Ezhar sahabat. Dulu Kiara pernah mengagumi kakak kelas. "Aku nggak tau harus bersyukur atau nggak, ini pernikahan kedua mu, yang pertama aku nggak bisa dateng." Aku memegang tangan Kiara. "Makasih udah dateng, semoga pernikahan kedua ku ini lebih baik dari yang pertama. Kamu jangan buru-buru nikah." Kiara mengembuskan napas berat, kami sama-sama 25 tahun. Aku sudah menikah dua kali, pasti orang tua Kiara tahu hal itu dan menekan anaknya untuk menikah. "Aku masih mikirin cari kerja, Fei." "Itu lebih baik, kejar karir dulu." Aku mulai melangkah ke pelaminan,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN