18. Kalimat Penuh Arti

1050 Kata

Aku tersentak mendengar pertanyaannya, mata kami bertatapan dengan serius. Aku tidak tahu kenapa dia mau menikah kembali, demi Ahin atau ada niat lagi. Namun, aku belum pernah melihat sorot mata Wikra yang seperti ini. Aku mengambil secangkir coklat yang dia ulurkan, menyeruput ringan sembari memalingkan wajah. Mataku melihat ke sekitar tanpa berniat menjawab pertanyaannya. "Di hidup yang singkat ini, tidak ada waktu untuk berubah." Aku duduk di kursi yang dekat dari sana. Wikra mengikuti dan menyeruput coklatnya, kami menikmati udara dingin dan embun. Suara jangkrik dan katak bersahutan. Orang-orang pasti sudah tertidur pulas di dalam sana, dengan selimut tebal yang menghangatkan badan. "Bagiku ini panjang, aku pasti bisa berubah," jawab Wikra. "Manusia tidak berganti kulit seperti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN