“Louis MacMillan.” Tavie mengeryitkan dahinya mendengar nama yang asing di telinganya. Dia melirik suaminya yang setia menemaninya dengan maksud ingin berbicara juga dengan anak tunggal mereka. Sayangnya, bukannya Sydney yang menjawab, ternyata pria asing yang mengangkat panggilan teleponnya. “Di mana Sydney? Siapa kamu?” Tavie bertanya dengan nada menginterogasi. Jika ini adalah bukti kenapa sedari tadi hatinya tidak tenang dan terus memikirkan Sydney, Tavie akan sangat panik sekarang. “Dia...dia sedang tidak ada.” “Apa maksudmu?!” Tavie tersulut emosinya. Dia sangat takut. Ia mengira selama ini Sydney menikmati liburannya dengan damai bersama Anne. Melihat istrinya yang tiba-tiba menyentak seseorang di seberang telepon, Zendra memutuskan untuk mengambil ponsel dari istrinya. “Halo? A

