Sydney melangkahkan kakinya ringan menuju tempat yang menjual bunga tersebut. Dia sudah melihat bunga baby breath yang tidak terlalu mendapatkan tempat untuk mencuri perhatian pembeli, namun berhasil menarik perhatiannya. Sydney berbicara dengan penjual bunga tersebut dan memintanya untuk merangkai bunga baby breath saja. “Di sini kamu rupanya.” Sydney merasa jantungnya hampir copot ketika seseorang tiba-tiba berbicara tepat di telinganya. Saat Sydney berbalik, secara refleks, dia memukul orang itu, yang ternyata adalah seorang pria. “Ouch!” keluh pria itu karena Sydney memukulnya cukup keras. Sydney sendiri masih tidak menyadari siapa pria berpakaian aneh dengan topi baret, rompi kotak-kotak, celana high-waist berwarna khaki dan kemeja putih panjang itu. Butuh waktu lama hingga Sydn

