'Sulit untuk menjadi orang yang dicintai, butuh banyak pengorbanan, namun ketika aku bersama orang yang tepat segalanya akan baik-baik saja'-Adelyn Horiston/Highschool Marriage
oOo
Disisi lain Nial yang melihat Fahri dan Adel semakin hari semakin dekat membuat Nial geram."Awas lo Fahri, Adel hanya boleh gue coba! Hanya gue" Gerutu Nial seraya menatap sinis Fahri dan Adel.
"Tenang aja Al, lo pasti dapet kok!" Pekik Angga.
oOo
Semua Murid SMA Pembina Jaya ini sungguh bertanya-tanya bagaimana bisa seorang yang biasanya bertengkar kini menjadi akur dan bahkan menjadi seperti ini. Fahri menggenggam erat tangan Adel yang kini sepertinya sedang berbunga-bunga bersama Fahri
"Hai , hai kak Fahri." Ujar Tiara kepada Fahri.
"Hai juga Tiara, nih Adel-nya. Mau diajak ke kelas kan?" Pertanyaan Fahri memdapat anggukan manis Tiara."Jagain Adel ya Ra, Jangan sampe dia selingkuh" pernyataan bodoh dari Fahri terlontar dari mulutnya
"Ih..lo tuh..gue ga bakal selingkuh keless! Gue ke kelas dulu yah,bye!" Ujar Adel.
Fahri lantas mengecup puncak kepala Adel lalu tersenyum dan membiarkan Tiara mengajak Adel untuk pergi ke kelas.
oOo
"Del, lo tuh aneh ya, kemaren aja berantem, sekarang? Lo malah mesra-mesraan di depan umun sama Fahri. Atau jangan-jangan lo sekarang jadi psikopat ya Del?" Gumam Tiara mendapat pelototan mata dari Adel.
"Yang bener aja lo! Gue gak Psikopat Ra! Fahri itukan pacar gue, jadi ya wajar dong!" Pekik Adel sontak membuat Tiara membulatkan matanya.
"Sumveh lo? Kok lo ga bilang sih? Lo ngaco ya?" Tiara mengernyitkan dahinya.
"Nggak lah, kemarin malem dia nembak gue. Lagipula dia bentar lagi jadi suami gue kok Ra!" Ujar Adel.
"Hah? Suami lo? Bukannya lo dijodohin ya Del?" Tanya Tiara.
"Iya, dijodohin sama Fahri!"
oOo
Bel istirahat kini menggema di seluruh penjuru sekolah ini. Hingga membuat murid sekolahan ini berhamburan keluar kelas yang sebagian besar mereka bilang memuakkan itu.
Tak terkecuali dengan Adel dan Tiara."Ra, ayo ke kantin!" Ajak Adel yang melihat Tiara sedari tadi menata bukunya tak habis-habis.
"Iya bentar Del. Akh...hufh...selesai juga! Ayok!" Pekik Tiara lantas menarik lengan Adel keluar kelas.
Tangan kekar itu kini menyetop langkah Tiara dan Adel."Ekhem, boleh saya meminjam nona Horiston, Tiara?" Tanya Fahri seraya menatap satuper satu Tiara dan Adel.
"Yah sebaiknya gue pergi duluan Bye!" Ujar Tiara yang lantas meninggalkan Adel dan Fahri berdua.
"Ayo ke kantin pacarku!" Ajak Fahri dengan adegan layaknya pangeran yang sedang menyatakan cintanya, yaitu dengan berjongkok di depan Adel dan mengatungkan tangannya yang lantas mendapat sambutan hangat Adel meskipun di dalam hati Adel terbesit satu kata
‘Jijik!’
oOo
"Mau makan apa Sayang?" Tanya Fahri hingga membuat pipi Adel terpancar semburat rona kemerahan.
"Samain aja Ri!" Jawab Adel cukup singkat karena ia sedang menahan rona di pipinya yang mulai memanas.
Tak sadarkah mereka[read: Adel dan Fahri] sedang diperhatikan oleh seseorang di ujung sana dengan perasaan geramnya.
oOo
"Assalamualaikum.." Ucap Fahri dan Adel bebarengan memasuki rumah Adel.
"Waalaikumussalam..eh non Adel sama den Fahri..mari silahkan masuk!" Ujar Bi Inah.
"Oiya bi, bunda sama ayah mana?" Tanya Adel bingung karena rumahnya tampak begitu sepi.
"Begini non, nyonya sama tuan tadi pamit ke bibi mau pergi ke Bandumg selama 2 hari untuk menyelesaikan bisnisnya di kantor cabang. Dan non Lina menginap di rumah non Zahra selama 3 hari katanya mau menyelesaikan penemuannya." Jelas maid Adel.
"Oh begitu bi, jadi aku dirumah sama Fahri doang?" Pertanyaan Adel mendapat anggukan dari bi inah.
oOo
"Hufh...aku capek Ri" ujar Adel yang setelah melepas sepatunya langsung membaringkan badannya di ranjang empuk miliknya.
"Ri, ak-- mmmppffhh" belum sempat Adel melanjutkan ucapannya Fahri telah menindih Adel lalu melayangkan ciumannya tepat di bibir ranum merah muda milik Adel. Fahri yang hanya topless dengan masih menggunakan celana SMAnya langsung menggeliati tubuh Adel. Dasar tukang sosor!
Fahri melumat ganas bibir Adel, dan Adel juga membalasnya. Lidah Fahri membelit lidah Adel. Awalnya ini hanyalah kecupan manis namun akhirnya menjadi cumbuan yang hebat hingga menghasilkan suara-suara desahan dari keduanya.
Fahri melepaskan pangutannya hingga kini Fahri mengecup leher jenjang milik Adel. Adel sulit mengatur nafasnya pasalnya Fahri yang saat ini sedang b*******h sulit sekali untuk ditenangkan apalagi dengan situasi seperti ini. Sepertinya Adel terlalu lelah untuk melakukan hal ini hingga tanpa Fahri sadari Adel telah tertidur. Dan beberapa saat setelah Adel tertidur Fahri juga tertidur.
oOo
"Gimana caranya gue dapetin Adel? Pokoknya gue ga mau tau, dia harus jadi pemuas gue seutuhnya!" Ujar seseorang yang kini tengah mondar-mandir memikirkan cara untuk memikat hati Adel.
"Udahlah Al, kita ini berpengalaman jadi lo ga perlu khawatir dengan semua ini!" Ujar salah satu dari keempat kawannya.
"Tapi ga semudah itu Bayu! Adel itu beda! Dia gak kayak cewek-cewek yang biasa muasin kita!" Ujarnya kembali resah.
oOo
Sore telah datang, tak sadarkah bahwa ini sudah jam 3 sore. Fahri dan Adel masih tertidur dan sepertinya tidur Fahri kini sudah cukup.
Fahri bangun terlebih dulu dan ia merasa senang dapat melakukan hal tadi bersama Adel, ya walaupun Adel tengah tertidur itu tak menghalangi niat Fahri. Sesuatu yang hangat melingkar di pinggang ramping milik Adel hingga membuat Adel terbangun dari tidurnya.
"Nghh...."
'Fahri, pria ini ada-ada saja' Batin Adel terkekeh. Adel memutar tubuhnya hingga Fahri kini dapat menatap wajah polosnya setelah bangun tidur.
"Selamat sore sayang!" Ucap Fahri lalu tersenyum.
"Eumm...Selamat sore juga!" Adel membalasnya disertai senyumannya. Ia bingung, ritual apakah yang sebelum tidur tadi ia lakukan bersama Fahri.
Adel menatap d**a bidang dan perut sixpack milik Fahri dan ia melihat bahwa Fahri hanya menggunakan Celana SMAnya. Adel lantas melihat dirinya dengan kondisi yang acak-acakan dengan rambut yang tergerai namun acak-acakan serta pakaian SMA yang dipakainya, oh tidak! Rok pendek Adel telah tiada hanya celana pendek yang Adel pakai saat ini dan Oh! Baju SMA yang Adel kenakan kini telah lusuh dan bahkan terlihat acak-acakan dengan 3 kancing yang terbuka hingga menampakkan bra hitam miliknya.
Bagaimana bisa terjadi? Apakah Fahri melakukannya pada Adel?.Tidak! Fahri tahu batasan-batasannya
"Kamu ngap--Mppffhh" lagi-lagi belum sempat Adel melanjutkan ucapannya Fahri kembali melumat bibirnya. Mencoba mengabsen satu per satu jajaran gigi Adel ciumannya pelan namun berkali-kali seakan-akan menggoda Adel agar membalas ciumannya. Namun, Adel tidak kunjung membalasnya.
Adel sulit sekali mengatur nafasnya yang saat ini sedang terengah-engah dan tak henti-hetinya desahan-desahan hebat terlontar dari bibir Adel. Entah setan dari mana yang mengusai tubuh Fahri, tapi jujur, Adel menikmatinya
Hingga ciuman itu berakhir."Huh...huh...huh...Fahhri...udah...aku cape Fahri!" Desah Adel mengikuti ritme kenikmatan.
"Hmm...iya hufh...capek juga ya" Ucapan Fahri membuat Adel melayangkan timpukan di jidat Fahri.
"Udah ah..udah sore aku mau mandi!" Ujar Adel yang mencoba menyelimuti dirinya lalu berjalan menuju kamar mandi di kamarnya. Fahri yang melihat tingkah pacarnya itupun hanya mampu terkekeh kecil.
oOo
Sore ini Adel menghabiskan waktunya bersama Fahri di bukit dekat kompleks rumah Adel. karena Adel merasa jika ia bersama Fahri semuanya akan terasa nyaman dan baik-baik saja.
"Adel! Tower Telkoms*l itu punya bapak kamu ya?" Ujar Fahri mencoba menggombali Adel dan ia tau bahwa Fahri sedang ngegombalpun menjawab,"Iya, emang kenapa?" Tanya Adel sok tak tahu bahwa ia sedang digombali oleh Fahri.
"Karena banyak banget sinyal-sinyal yang menyuruh hatiku terus dekat denganmu" Kata Fahri dengan memberikan seringaian yang membuat Adel gemas.
"Ih apaan sih! Gombal mulu!" Timpal Adel dengan nada yang sedikit cemberut.
"Dari pada ng-Gembel kan?" sahut Fahri
“Fahri, nanya sesuatu boleh?” Adel menatap manik mata Fahri yang tengah tersenyum sempurna
“Anything for you” jawab Fahri dengan santai
“Kenapa kamu suka banget nyium aku?” yah akhirnya pertanyaan ini Adel lontarkan karena benar-benar mengganjal di hatinya karena tak mendapat jawaban atas pertanyaan ini
“Yaa...karena aku ketagihan aja kalo ciuman sama kamu, kalo sama yang lain sih, nggak deh” ucapan Fahri membuat Adelyn membelalakkan matanya
“Kamu pernah nyium cewek lain? Ih jahat!” Adel memukul pelan bahu Fahri yang terkekeh itu
“Nope, just you. Makanya ga berminat buat yang lain” Adel benar-benar tersipu malu karena ucapan Fahri
"Udah mau malem, pulang yuk!" Ajak Fahri mandapat anggukan dari Adel pertanda setuju.
oOo
Bunyi ponsel Adel menggema di seluruh kamar ini hingga membuat Fahri lantas menengok apa yang sedang pacarnya lakukan ketika hendak tidur ini.
"Dari Leo" Gumam Adel lembut.
"Oh! Bales gih! Abis itu tidur!" Suruh Fahri saat mengetahui bahwa Leo [read: sahabat Adel yang di Spanish] mengiriminya pesan di Line.
"Udah, tidur yuk udah malem." Ajak Adel seraya membenahi posisi tidurnya.
"Ga usah pake ritual kaya tadi siang! Aku mau tidur selamat malam pacar!" Ucap Adel lalu mencium pipi Fahri sekilas.
oOo
Pagi yang indah bagi Adel dan Fahri. Hari ini adalah hari minggu jadi Adel, Tiara, Fahri, Agatha dan Rangga akan berencana pergi ke Pantai Ancol Pagi ini. Tentu saja bukan pagi namun siang ini.
Mereka semua kini berkumpul di rumah Adel. Wait kali ini Tiara telah menceritakan semuan bahwa ia berpacaran dengan Agatha! Oh God! Adel yang mendengarnya merasa senang sekali. Matahari sudah semakin terik hingga mereka semua telah bersiap untuk berangkat.
"Cabut yuk gaes!" Ajak Rangga.