Gava memacu sekuter motor itu perlahan, membiarkan mereka menikmati suasana jalanan malam yang tidak terlalu padat di kawasan itu. Ini adalah kali pertama bagi mereka berdua menghabiskan waktu bersama seperti ini, di atas motor, tanpa perlu terburu-buru atau memikirkan hal-hal yang mengganggu. Heartsa mempererat pelukannya di pinggang Gava, merasakan kehangatan tubuh suaminya yang menghalau dinginnya angin malam. Di sekeliling mereka, lampu-lampu kota bersinar seperti bintang-bintang yang jatuh ke bumi, menciptakan suasana yang tenang namun penuh pesona. “Suka?” tanya Gava, suaranya hampir tenggelam oleh suara angin. Heartsa hanya mengangguk, wajahnya tersenyum samar. Dia merasa, untuk sesaat, semua beban dan kekhawatiran menghilang. Jalanan malam seolah menjadi milik mereka berdua,

