Perempuan itu membuka perlahan pintu kamar laki-laki yang dia pastikan masih tertidur dengan lelap di dalam sana. Chelsea tersenyum karena dugaannya benar. El masih tertidur dengan selimut tebal yang menyelimutinya. Chelsea berjalan membuka gorden jendela kamar El, sehingga matahari menembus masuk dari jendela kamar laki-laki itu. El menggeliat dan mengucek-ngucek matanya. Perlahan kedua mata yang tadinya tertutup rapat kini mulai terbuka sedikit demi sedikit. Chelsea berjalan dan duduk di pinggir ranjang El sembari mengusap rambut El, "Good Morning." sapaa Chelsea sembari tersenyum. "Morning," balas El dengan suara orang khas baru bangun tidur. "Buruan bangun habis itu mandi. Nanti kamu telat sekolahnya." Chelsea bangkit berdiri berniat untuk keluar dari kamar pacarnya itu agar dia s

