BAGIAN-21

1084 Kata

El menjatuhkan bokongnya di atas sofa di ruang tamu apartemennya. Yah, ini adalah apartemennya. Salah satu warisan yang di berikan mendiang kakeknya kepadanya. Bahkan hanya dialah satu-satunya cucu yang di berikan harta warisan. El sudah jarang ke apartemen ini. Mungkin ini adalah pertama kalinya lagi dia menginjakkan apartemen ini, setelah bertahun-tahun mengabaikannya. Apartemennya sangat bersih dan rapi. Tentu. Dia menyewa pembantu untuk membersihkan apartemennya wajib setiap hari. Tidak ada yang tergantung di sepanjang dinding apartemennya. Dindingnya putih polos tanpa lukisan yang terpajang. Itu karena laki-laki ini tidak menyukai lukisan. El menghembuskan nafasnya kasar sembari kedua matanya tertutup. Jarak dari rumah ke apartemen ini cukup jauh, membuatnya begitu lelah. Namun dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN