Sinar matahari yang masuk melalui celah jendela membuatnya terbangun. Ia membuka matanya pelan, terasa berat. Rasanya ia sudah terlalu lelah menangis, bahkan entah kenapa rasa sakitnya terbawa sampai ke dalam mimpi. Perlahan ia bangkit dari tempat tidur dan berjalan dengan langkah gontai ke arah kamar mandi. Ia sedikit terkejut saat melihat wajahnya yang masih sembab. Masih ada guratan kesedihan yang tampak disana. Setelah melakukan kegiatan rutinnya di kamar mandi dan merasa segar kembali ia keluar dan segera mengambil ponsel yang memang sejak kemarin tak ia keluarkan dari dalam tasnya. Ada beberapa pesan masuk. Dan yang paling banyak tentu saja dari Dista. From : Dissss Fen, kamu dimana? Udah mau telat nih! From : Dissss Woyy!! Udah jam berapa?! From : Dissss Cepetan dating atau

