Tidak, Rey tidak bisa membiarkan Fenny untuk membacanya saat ini. Setidaknya sampai ia merasa tenang. Jangankan Fenny, Rey sendiri pun juga penasaran dengan isinya. Tapi jika isi dari buku harian itu membuat Fenny sampai terpuruk dan juga menangis semalaman, Rey tidak bisa. Dengan lembut Rey mengangkat dagu Fenny, membuatnya menatap tepat di matanya. "Aku tau kau sangat ingin membacanya, tapi kumohon dengarkan aku. Kita bisa membacanya besok saat suasana hatimu lebih tenang lagi, kau membuatku sakit melihatmu menangis seperti ini. Ia adalah masa lalumu, biarkan ia tinggal hanya sebagai kenanganmu. Aku janji, besok kita akan mengetahui banyak hal tentangnya. Oke?” Fenny hanya mengangguk dengan air mata yang tergenang di pelupuk matanya, kemudian memeluk Rey yg langsung balas memeluknya er

