Dika POV Kali ini aku akan jauh lagi dengannya. Yah, walau hanya beberapa hari tapi aku bisa yakinkan bahwa aku akan merindukannya. Kuacak rambutku kesal, entah sudah berapa kali aku jalan memutar seperti ini di kantorku sendiri. Berulang kali membuka kecil tirai hanya untuk melihatnya disana. Aku tau ia takkan pergi. Aku sendiri juga bingung kenapa aku bisa segila ini! Tok tok tok Siapa lagi ini? “Masuklah” Ternyata sekretarisku. “Ada apa?”. Dia berjalan mendekat ke arahku yang masih berdiri di dekat jendela yang menghadap langsung ke karyawan. “Pak, saya ingin membicarakan mengenai pertemuan yang akan dilaksanakan besok” Aku mengerutkan kening, “Kenapa? Apakah ada perubahan jadwal atau lokasi?”. Lia, sekretarisku justru sedikit menunduk dan tampak ragu. Kenapa dia? “Tidak pak. Eh

