***** Fenny POV Mendengar semua cerita itu dari mulut Joshua rasanya seperti disuguhkan film thriller paling menakutkan. Dan kau tau apa bagian paling menakutkannya? Karena aku ada di dalamnya.Tak ada yang bisa membayangkan ketakutan yang kurasakan.Berada dalam bayang-bayang selama hidupku. Meski aku telah melupakannya, ia tetap ada dan mengawasiku. Rey masih memegangku erat meski berulang kali aku mencoba untuk lepas.Rasanya sangat tak nyaman berada dalam pangkuan Rey, sedangkan tiga orang di depanku memperhatikan.Dan parahnya lagi, Rey tentu tidak peduli. “Fenny”. Panggilan Joshua membuatku kembali fokus, wajahnya seakan menyiratkan kata maaf yang berulang kali ia ucapkan. Aku juga jadi tak tega. “Maafkan aku jika kau harus kembali mengingat saat itu jika aku menceritakannya”.

