PART 45

2241 Kata

Zahra percaya dengan Devan. Untuk itulah ia sudah tak malu lagi ketika bergandengan dan bermesraan dengan pemuda ini. Devan pun tak keberatan. Setelah pembicaraan kemarin, hubungan mereka menjadi sangat baik. Deka dan Vanya bahkan mendukung penuh keputusan mereka. "Kenapa kita ketemu wanita itu lagi sih, Van?" sungut Zahra ketika Devan mengajaknya keluar dari lift. Keduanya berjalan menuju ke restoran hotel tempat Ibu Feli menginap. Ternyata wanita itu tak kunjung pulang ke kotanya. "Hanya formalitas. Setidaknya kerja samanya jangan sampai gagal. Ya, meskipun kalau dia membatalkan akan ada denda yang harus dia bayar." "Awas aja kalau sampai dia keganjenan lagi, aku nggak akan berpikir dua kali untuk mencakar wajahnya itu," sembur Zahra membuat Devan tertawa di tempatnya. Keduanya baru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN