PART 18

972 Kata

Plak! Satu tamparan mendarat tepat di pipi Devan di mana membuat Zahra dan Vanya sama-sama terkejut. Wanita itu segera menghampiri putranya, sedangkan Zahra masih syok. Mereka baru saja sampai di rumah, namun sambutan dari sang papa sepertinya tidak bagus. “Apa yang kamu lakukan, Pa!” sentak Vanya kepada suaminya itu. Meskipun dia sudah sering mendengar kedua laki-laki di dalam rumahnya ini berdebat, tetapi Vanya tidak akan menyangka Deka tega menampar putra mereka apalagi di depan kedua matanya. Putra yang teramat dia perjuangkan sejak dalam kandungan dulu. “Tanyakan kepada putramu, Ma. Apa yang dia lakukan di sana? Apa yang dia lakukan sampai mereka membatalkan kerja sama yang sudah disepakati sebelumnya,” sahut Deka. Tentu saja Devan sudah memprediksi jika inilah yang akan dia dapatk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN