PART 33

1289 Kata

"Berikan materi meeting besok kepadanya,” perintah Devan kepada sang sekretaris. Zahra yang mendengarnya pun nampak terkejut ditambah lagi sekretarisnya itu memberikan map kepadanya. “Apa ini?” tanya Zahra langsung. “Besok lo yang presentasi,” jawab Devan enteng dengan jari jemari yang terus bergerak di atas keyboard miliknya. “A-aku? Apakah ini tidak berisiko, Van? Aku takut membuat semuanya berantakan,” balas Zahra. Devan menoleh di mana sang sekretaris masih berada di sana. Lewat matanya ia memberi isyarat sang sekretaris untuk pergi dari ruangan ini. Sekretarisnya pun undur diri. “Ambil keputusan sekarang. Lo mau pegang perusahaan ini atau tidak?” tanya Devan menatap gadis itu serius. “Ya, mau, tapi kan—” “Kalau lo mau, itu artinya lo harus siap menghadapi semua klien. Lo haru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN