PART 16

1371 Kata

Devan terus merasakan pergerakan di sebelahnya. Mata yang semula ia tutup perlahan terbuka, melirik gadis yang duduk di kursi pesawat. Dia mengernyit ketika melihatnya terus bergerak gelisah. Jika didiamkan terus menerus bisa-bisa dia akan terus terjaga sampai di bandara nanti. “Ada apa?” tanyanya dingin. Gadis itu menoleh dan menampilkan wajah memelasnya, namun dia takut untuk mengatakan apa yang terjadi. Dia selalu takut jika berhadapan dengan kakaknya ini. “Kalau lo nggak mau bicara, diamlah. Jangan buat keributan,” lanjut Devan yang mana membuat gadis itu terdiam dan memilih menahan keinginannya untuk ke kamar kecil. "Ingat, Nak, jangan lupa untuk temani dia ketika ke kamar mandi. Kamu tau sendiri kalau adik kamu itu tidak terlalu nyaman berada di kamar mandi pesawat,” ucap Vanya men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN