Bab 149

1043 Kata

Kriettt. Pintu tempat ia keluar kini telah tertutup kembali. Masih bisa Minah dengar suara Rachel yang mengunci pintu itu lagi dari dalam. Pertanda bahwa kehidupannya di tempat itu pun telah berakhir. Ia juga harus menutup segala kenangannya di tempat itu. Ia akan pergi untuk membuka hidupnya yang baru. Melupakan semua luka hati yang pernah ia derita. Dengan air mata berlinang, gadis itu menembus rerimbunan semak belukar di belakang rumah. Sebenarnya berat harus berpisah dengan Rachel dan keluarga lainnya. Namun perkataan Raditya yang menyakitkan tak bisa ia terima lagi. Ia harus bangkit dari keterpurukannya saat ini. Ia harus pergi demi kebaikan dan kebahagiaannya sendiri. Minah tak menyangka jika keluarga Dimas memiliki kebun kosong seluas itu. Atau mungkin karena ia memang tak p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN