Suasana begitu hening. Hanya suara jemari seorang wanita paruh baya yang terdengar menekan tuts di laptopnya. Semua orang telah berdiri di hadapan pemilik restoran itu. Mereka menunggu dengan tenang tetapi juga mendebarkan. Entah apa yang akan terjadi setelah ini. Mereka pun penasaran. "Baiklah! Saya akan mulai briefing hari ini. Adakah yang belum mengenal saya?" tanya Bu Yeni. Semua orang menggeleng perlahan. "Bagus! Saya memang jarang kemari. Meski begitu perlu kalian ketahui bahwa dari kejauhan saya tetap memantau semua hal yang berkaitan dengan restoran saya. Dan saya sangat kecewa dengan penurunan pemasukan sejak dua tahun ini. Setiap bulan ada saja pembukuan yang tidak cocok. Adakah yang bisa menjelaskan?" tanya Bu Yeni. Semua orang diam, tak ada yang berani buka mulut. "Kenapa k

