Bab 146

2121 Kata

"Dasar w**************n. Pasti Andra juga sudah mencicipi dirimu berkali-kali ya? Sialan! Bodoh! Sungguh bodoh karena sempat percaya dengan wanita ular seperti Kamu." "Iya, aku gampangan. Aku murahan. Katakan saja sesuka hatimu. Aku tidak peduli. Menyingkirlah! Wanita kotor ini akan menghilang dari pandangan matamu." Minah mendorong tubuh Raditya perlahan dan menuju ke pintu. Gadis itu berjinjit dan berusaha meraih kunci pintu yang berada cukup tinggi di atas pintu. "Mau ke mana gadis murahan?" Raditya memeluk Minah dari belakang. Pria itu menyandarkan dagunya di bahu Minah. Dengan berbisik ia berbicara kepada Minah. Dan seperti sengaja, Raditya meniupkan napasnya yang terasa panas di telinga dan juga perpotongan leher Minah. Membuat bulu kuduk gadis itu meremang. "Aku mau keluar!" Min

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN