Sesampainya di Bandar Udara Internasional Yasser Arafat mereka bertiga langsung berjalan menuju tempat dimana Christy berada. "Prisil" panggil seorang wanita yang memakai celana dan kaos panjang serta topi yang menutupi kepalanya. "Ah..itu dia, ayo kesana" ucap Prisil lalu berjalan dengan tangan yang menggandeng Shawn sedangkan Alex dibelakang membawa koper mereka. Untung saja semalam dia memaksa untuk membawa satu koper kalau tidak bisa ribet nanti. Fikir Alex. "Aku merindukanmu" ucap Christy sambil memeluk Prisil erat menghiraukan Shawn yang menatap mereka berdua bingung. "Aku juga merindukanmu" balas Prisil memeluk Christy tak kalah erat. "Bagaimana keadaanmu? Apa masih terjadi bom? Lalu bagaimana Ciriaca? Apa dia masih sering menangis?" Tanya Prisil beruntun membuat Christy terkeke

