"Lo ngapain sih? Kalo emang mau pergi, ya pergi aja soonooooo!" "Harus sama lo lah! Gimana pun, lo masih bagian dari timses, Yuuu! Agha gak pernah ngeluarin elooo!" Ayu mendengus. Ia pura-pura sebal sebetulnya. Yaa sejujurnya ia mau-mau saja ikut ke panti asuhan. Bagaimana pun, itu juga bagian dari idenya. Tapi ia terlalu malu dan gengsi. Apalagi kalau harus berhadapan dengan Agha. Perasaannya masih berkecamuk. Masih patah hati parah dengan lelaki itu. Namun di sisi lain, ia juga bimbang. Kali ini pintu kos-kosan itu terbuka. Ayu tak mau ribut-ribut ini didengar penghuni yang lain. Ia hanya menongolkan kepalanya. "Ya kan gue yang milih untuk keluar. Udah lah, lo pergi aja, Dra. Dari pada mereka pada nungguin elo!" tukasnya lantas kembali menutup pintu sebelum Indra sempat menahannya.

