Selesai

2822 Kata

Perjalanan indahnya ditemani Adel dan Adeeva. Ia terkekeh mendengar dua gadis kecil ini tak berhenti bernyanyi di bangku belakang. Tak ada yang mau duduk di depan. Katanya.... "Biar Teteh Maira yang di depan!" Agha tertawa mendengarnya. Ya namanya juga anak kecil. Terserah maunya apa. Mana bawel sekali. "Kok gak belok sih, Aaaak? Kan itu rumahnya Teteh?" Adel heran. Ia sudah hapal jalannya padahal baru dua kali Agha mengajaknya ke sana. Agha tersenyum tipis. "Dia lagi di rumah sakit." "Yaaah. Kenapa? Teteh Mai sakit?" "Bukan. Itu temennya yang sakit. Kita sekalian jenguk ya!" Keduanya mengangguk ceria. Sebelum masuk tol, Agha sempat membelikan buah untuk Saras. Meski belum mengenal Saras, tapi kan gadis itu sahabat dekatnya Maira. Ia tak bermaksud menyogok. Hahaha. Murni kepeduli

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN