Ia mengambil ponselnya yang ada di atas meja belajar. Kemudian dompetnya yang ada di dalam lemari. Setelah itu mengambil kunci mobil. Ia hanya punya satu mobil. Tapi sering diganti maksudnya sering dibelikan yang baru. Abinya selalu punya banyak alibi untuk melakukan itu. Biar tak diomeli oleh umminya. Kini ia berjalan kekuar dari kamar dan berlari kecil menuruni tangga. Sebetulnya tak terlalu terburu-buru. Tapi ia takut malah Arga yang tiba lebih dulu di sana dibandingkan dengannya. "Ke mana, Ak?" "Mau ketemu Arga, Mi. Katanya lagi di Jakarta." Aaah Umminya mengangguk-angguk. "Titip salam untuk ibunya ya," tukasnya yang dibalas anggukan oleh Agha. Opanya yang duduk santai di teras, disalami. Sudah sejak semalam, ia menginap di sini. Adik-adiknya juga. Kemudian ia mengendarai mobilnya d

