Waktu siang menunjukan para murid berhamburan menuju parkiran. Tapi lain dengan Aurin yang sedari tadi menunggu angkot ataupun taksi. Tapi aneh, sudah beberapa jam dia menunggu tidak ada satu pun yang lewat. Hingga seorang sahabatnya menghampirinya. "Woy! Tumben banget lo." "Njay!! Lo bikin gue nyaris mati." Angel tertawa simpul. Dalam hatinya muncul ide-ide untuk mengerjai si Aurin. "Mati aja gapapa. Gue rido dunia akhirat. Tapi gk terima kalo rido si penyanyi dangdut pacaran sama lo." "Apaan gaje banget." "Lo ngarep gaje bulanan ya? Duh miris banget. Pletak... "Gaji bego." Angel mendengus. Tangannya dia lipat di depan d**a. "Lo berani ya sama gue?! Sini maju! Gue cincang baru tahu rasa lo!" Aurin bergidik ngeri. Biasa dah, sikap gila nyebelinnya Angel kambuh. Garis bawahi dia se

