Bel, aku mau ngomong sesuatu sama kamu," ujar Damian dengan serius. "Dari tadi juga udah ngomong." "Yang ini beda." "Yaudah ngomong aja." "Emm." "Kenapa?" Dag dig dug itu suara detak jantung Damian. Dia sangat grogi untuk menyatakan cintanya kepada Bella. "Sebenarnya aku cinta sama kamu." "Terus?" "will you my girlfriend." Di lain lubuk hati Bella, ini adalah moment yang sangat ditunggu-tunggu. Sebenarnya dia juga sudah memendam rasa cintanya lama. Dia tidak akan mengungkapkan langsung. Dia sadar bahwa dirinya seorang perempuan yang hanya memendam perasaan dan menunggu. "Kok malah bengong?" tanya Damian. "Yess, I will." Damian memeluk Bella dengan erat. Moment yang ditunggu sangatlah bahagia. "Yaudah, aku mau ajak kamu ke suatu tempat. Hari ini kan hari minggu, jadi gunakan w

