Waktu istirahat telah tiba. Marvell berniat menghampiri Angel. Saat dalam perjalanan, dia melihat sesuatu yang membuatnya naik darah. Sebuah penampakan seorang kekasihnya yang sedang di goda seorang musuh. Kedua tangannya mengepal. Wajahnya memerah. Dia melangkahkan kakinya menuju Angel. "Jangan ganggu dia," ucapnya datar kepada musuhnya itu. "Terserah gue." Dia adalah Leo, musuh bebuyutan Marvell. Licik ada sifat yang dimiliki dan Marvell membenci sifat Leo itu. Nama yang bagus, namun tidak untuk orangnya. Jawabannya itu sangat menyebalkan. Seorang Marvell yang tidak bisa mengontrol emosinya saat marah langsung saja akan memberikan bogeman untuk Leo. Tangannya sudah mengepal. Sikapnya sudah bersiap untuk mononjok pria yang ada di depannya. Tapi ada seseorang yang memeluknya dari belak

