Marvell memegang tangan Angel erat, seakan dia tidak ingin kehilangannya. Sejak beberapa jam lalu, Marvell tetap setia menunggu. Bahkan dia sampai ketiduran. Tidak hanya itu, Marvell juga mengajak bicara tanpa ada jawaban seperti orang gila. "Angel, kapan kamu bangun? Aku kangen kamu," ucapnya seraya mempererat kaitan jari-jarinya. "Kamu boleh benci sama aku. Tapi aku tetap mencintaimu." Marvell mengecup punggung tangan Angel cukup lama. Ceklek... Suara pintu ruangan terbuka. Muncul seorang wanita paruh baya cantik. Dia menghela napas. Kakinya melangkah mendekati Marvell. Dia adalah momy-nya Angel. "Marvell, lebih baik kamu pulang dulu. Dari kemarin kamu belum istirahat," ucapnya mengelus punggung Marvell nanar. Seseorang yang benar-benar mencintai akan selalu disisi kekasihnya. Ber

