“Fi!” panggil Rani melihat suaminya yang berjalan keluar dari rumah degan emosi yang memenuhi dirinya. Sejenak dia melihat putrinya yang membeku, wajahnya terlihat pias dengan tatapan kosong. Dia menghela napas dalam menyadari bahwa putrinya menyesal karena telah mengungkit masa lalu kelam mereka. “Van, tenangin Kak Deeva, Mommy ngejar Daddy dulu,” pinta Rani kepada putra bungsunya yang dijawabnya dengan anggukan. Dia menghela napas melihat putrinya yang menangis keras dalam pelukan Reyhan, sebelum kemudian dia mengejar Alfian yang keluar dari rumah untuk menenangkan diri. Jujur, dia tak dapat berpihak ke siapapun, baik itu suaminya atau putri mereka. Alfian mengkhawatirkan putrinya, melihat wajah Lelah Deeva saat menelepon kemarin dan bagaimana dia yang tak biasanya memperkenalkan tema

