Dia sengaja menghindari Reyhan? Deeva mencengkram stir mobilnya dengan kuat saat mobilnya berhenti di parkiran kampus. Beruntung. Parkiran Kampus masih cukup luas sehingga dia dapat memarkirkan mobilnya dengan mudah. Kepalanya menunduk, bersandar di stir mobil dengan pikiran yang terus memikirkan benarkah dia menghindari Reyhan. Pikirannya berkecamuk, dia memang pergi ke kampus pagi-pagi sekali untuk agar tidak bertemu dengan Reyhan yang dapat dipastikan sarapan di rumahnya. Kedua orang tuanya masih dua minggu lagi kembali ke Indonesia. Dia tidak marah dengan Reyhan. Hanya saja, merajuk karena sahabatnya itu terlihat lebih memperhatikan teman magangnya itu daripada dirinya. Egois memang, tapi dia sudah terlalu terbiasa diperhatikan oleh Sahabatnya itu, sehingga saat Reyhan lebih menunj

