Deeva membulatkan matanya saat mendengar kalimat terakhir yang Reyhan ucapkan. Tangan Reyhan masih menggenggam tangannya dengan begitu erat seolah ada aliran listrik yang mengalirinya dari ujung tangan itu hingga ke seluruh tubuhnya. Dia menahan napas saat Reyhan kembali duduk di pinggir ranjang sebelum kemudian menarik tangannya agar duduk di sampingnya. Dunia seakan bergerak slow motion saat Reyhan bergerak mendekatinya dengan tatapan lembut, lalu kedua tangannya bergerak memegang kedua sisi wajahnya. Deg... debaran jantung Deeva yang tadi menggila berhenti seper sekian detik sebelum kemudian kembali berdebar dengan detak jantung yang semakin cepat. Napasnya tercekat, saat perlahan wajah Reyhan semakin dekat ke arahnya. Perasaan gugup Deeva semakin menjadi membuatnya tanpa sadar menu

