Reyhan berjalan memarkirkan mobil Deeva sembari menoleh ke arah proyek yang akan dia awasi. Dia keluar dari mobil dengan menggunakan helm proyek. Ini pertama kalinya, dia mengawasi proyek yang masih dalam tahap awal. Belum ada pilar-pilar tinggi, hanya ada galian tanah yang dalam untuk membuat pondasi beton. Seperti biasa, dia kembali menatap kagum, membayangkan bagaimana dari galian tahan itu nanti akan berubah menjadi bangunan yang kokoh. Hal ini lah yang membuatnya bercita-cita menjadi arsitek. Membayangkan bagaiamana dari sebuah gambar akan berubah menjadi gedung megah dan bisa ditempati oleh banyak orang seperti ini. Reyhan mengeluarkan topi proyek dari kursi belakang, mengenakan topi itu dan beberapa berkas yang dia bawa, sebelum kemudian keluar dari mobil. Menggelengkan kepala sa

