Deeva berusaha tidak mengindahkan tatapan yang Reyhan berikan. Dia menatap bunga Daisy berwarna merah maroon yang dirangkai dengan Indah. Senyumnya tak dapat dia tutupi saat melihat Reyhan benar-benar berusaha untuk kembali ke Jakarta, padahal setahu dia mereka diberi satu hari cuti untuk bersenang-senang di Surabaya sebelum kembali ke rutinitas mereka semula. “gue tadi datang sudah kesorean nggak sempat datang ke persidangan lu,” ujar Reyhan tanpa senyuman. “Did Something happen in Surabaya?” tanya Deeva saat menyadari sikap dingin Reyhan. Pria itu seolah sadar dengan raut wajah yang dingin, Reyhan dengan cepat mengurut leher belakangnya, “Nothing happen. I’m just a little bit tired. Aku langsung mengejar pesawat untuk balik ke Jakarta dari proyek,” elak Reyhan tersenyum tipis ke ara

