“Dad, jangan sembarangan beli senjata tajam ah,” gerutu Deeva saat melihat Daddynya memilih senjata khas suku Dayak Kalimantan tengah itu. Dia dan Reyhan hanya bisa saling pandang sebelum kemudian menghela napas dalam, dia melihat keringat dingin keluar dari wajah Reyhan membuat Deeva hanya bisa meringis. Tangannya menggenggam erat tangan Reyhan sebelum kemudian tubuhnya mundur selangkah saat Daddynya membuka mandau itu. Ukiran khas Kalimantan pada sarung yang terbuat dari kayu ulin dan juga ganggangnya terlihat cantik dan unik, namun saat dibuka dari sarungnya, tubuhnya bergedik ngeri. “Itu kalau tangan main genggam-genggam teru, Daddy nggak bakalan ragu buat ngayunin ini ke tangan kamu loh, Rey...” ucap Alfian dingin membuat tubuh Reyhan membeku, dia menatap Deeva meminta kekasihnya

