“Kadang kala, kalau memang kamu tidak dapat menahannya, cara terbaik adalah melepaskan semuanya.” Deeva terdiam saat mendengarkan kalimat terakhir yang diucapkan oleh Reyhan. Dia perlahan menolehkan kepalanya ke arah tangan Reyhan yang semakin mendekap tubuhnya rapat dan meletakkan kepalanya di puncak kepalanya. Ada satu hal yang membuatnya merasakan bahwa Reyhan benar-benar belajar dari kesalahannya dulu. Dia merasa Reyhan berusaha untuk lebih mengerti perasaannya. Bagaimana dia mencoba melakukan yang terbaik untuk memperbaiki moodnya yang jatuh sejak kejadian tadi. Camping di dekat sungai seperti ini mengingatkannya dengan salah satu momen masa kecil indah yang dia habiskan bersama Reyhan. Saat mereka piknik di pinggir danau dulu di mana saat Itu Reyhan pertama kalinya berjanji kepad

