Some Eighty Nine

1822 Kata

Reyhan tahu dia kembali membuat kesalahan. Udara di sekelilingnya seolah ditarik seketika sehingga menciptakan sesak begitu mendengar suara tersendak Deeva. Wajah gadisnya itu membeku dengan mata memerah. “Dee, bakalan aku jelasin nanti, kamu minum dulu,” pinta Reyhan menyodorkan gelas itu kepada Deeva yang akhinya dia minum sedikit. Delikan kesal yang Deeva pelihatkan membuatny hnya bisa menghela napa dalam. Sadar bahwa dia kembali membuat kesalahan. Seharusnya dia memang memberitahu Deeva dari jauh-jauh hari bahwa dia harus kembali ke Inggris karena masih ada beberapa hal yang harus dia kerjakan. “Vaa... Are you okay?” tanya Tante Rani khawatir saat melihat wajah Deeva terlihat pias. Namun, sejenak kemudian dia menganggukan kepalanya, lalu kembali memperlihatkan senyumannya kepada kel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN