17. Desakan Menjual Rumah

1127 Kata

"Sekarang Ibu pikir saja, kalau rumah Ibu tidak buru-buru dijual, nunggu ambruk, tidak akan ada yang mau beli, Bu. Plafon rumah saja sudah banyak yang ambruk. Kamar mandi kata Ibu juga rusak. Kalau gak dijual, nanti hanya tanah saja yang laku. Saran saya, rumah Ibu segera dijual dan uangnya biar saya yang simpan. Kalau Ibu yang simpan, nanti pasti habis." Wajah Mbak Nuri terlihat semakin masam. Aku ingin membantah ucapan Kang Dadang, tetapi aku tidak mau memancing keributan. "Maaf ya, Dang, kenapa uangnya harus kamu yang simpan? Memangnya ibu saya sudah mati? Maaf, kami gak mau jual rumah. Biarkan saja seperti itu," kata Mbak Nuri tegas. Aku menghela napas lega, paling tidak ada orang lain yang berani membantah ucapan suamiku yang tamak ini. "Memangnya Mbak Nuri punya uang untuk mempe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN