Patah hati sebelum bunga cintanya tumbuh dan bertunas, adalah satu kalimat yang pantas melukiskan perasaan Mahesa saat ini. Ingin rasanya mendamprat dan memaki Arga, pria yang telah memiliki Anindira dan mencampakkannya kemudian kembali dengan tekad yang membaja. Jika pria itu memiliki kesempatan kedua untuk memiliki Anindira, dirinya bahkan tidak memilikinya walau satu kalipun. Bagaimana takdir menuliskan kalau Arga lah yang menjadi suami Anindira jika Ibu mereka sama-sama sahabat Sofia, mamanya Anindira? Mengapa bukan dirinya yang dipilih Mamanya Anindira untuk memiliki gadis lembut berhati tulus itu? Mahesa membatin dengan sedih. Pria itu sepertinya lupa, kalau jauh dirinya pulang ke Indonesia, Anindira adalah pacar Laksamana. Arga bukan pria yang dituliskan takdir untuk menikahi Anin

