Di Mana Dirimu Selama Ini?

1862 Kata

35 Mata Arga tajam menatap Anindira. Dia terlihat khawatir saat istrinya menerima ponsel dari tangannya. Anindira tersenyum memberi isyarat pada pria yang beberapa waktu ini begitu manis dan membuat hatinya meleleh, bahwa dirinya baik-baik saja dan tidak akan kembali hancur meski harus berhadapan dengan pria yang sejak dahulu hanya pandai membuatnya menangis dan terluka. Anindira bukan lagi gadis kecil yang hanya sanggup meringkuk di pojok kamar saat cacian dan makian dari pria yang dipanggil Papa menggelegar di telinganya, meski hanya untuk kesalahan terkecil yang dia lakukan di hadapannya. Arga sungguh terlihat ragu menyodorkan ponsel ke tangan Anindira. Dia tidak percaya meski bibir di depannya tersenyum begitu yakin. "Assalamualaikum," sapa Anindira pelan. Entah bagaimana pera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN