Penjelasan

1446 Kata

26 Rengkuhan Arga di tubuh Anindira mengendur. Kini dia bisa melihat wajah Anindira lebih jelas. Ah, mengapa masih saja selalu ada air mata di setiap pertemuan mereka? Mengapa selalu saja dirinya melihat wajah cantik dan lembut itu menangis? Adakah aku selalu menyakiti hatimu? Arga menghela napas. Lembut membetulkan hijab Anindira yang sedikit berantakan. Angin senja yang mulai pudar ini cukup keras menyisakan dingin yang nyaris menembus kulit dan tulang. "Aku bukan tidak mau berjuang, tapi aku sadar kau butuh waktu yang lama untuk kembali percaya padaku, atau ...atau kau akan tetap tidak percaya padaku setelah tiga tahun yang menyakitkan dan malam pertama yang yang memilukan saat itu." Anindira Menghela napas. "Maaf, lepaskan tanganku. Aku mau pulang." Tatapan Arga menajam ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN