SELAMAT MEMBACA *** Tubuh Adel rasanya lemas seperti tak bertenaga saat tiba di dalam ruang perawatan suaminya. Dia tidak menyangka jika keadaan Adam separah itu. Adel sudah menangis tergugu antara kasihan dan takut melihat tubuh Adam yang penuh luka dan balutan perban di mana-mana. "M..aasss..." Panggil Adel pelan. Adel duduk di kursi yang ada di samping ranjang, mengusap pelan punggung tangan Adam yang tertancap inpus di sana. Rasa kesal dan marah yang semula masih ada di sudut hatinya kini lenyap tak tersisa ketika melihat keadaan Adam yang ada hanya rasa kasihan dan sedih yang bergelayut di hati Adel. "Mass... Kamu kenapa? Kenapa bisa begini ... Hiks... Hiks...Hiks... " Elen dan Anjar hanya duduk di sofa panjang di ruangan itu membiarkan Adel yang mendekat kearah Adam. Kemarin

