SELAMAT MEMBACA *** "Mami kapan adiknya Kay lahir?" Sejak tadi Kay duduk di hadapan Adel dan terus saja mengelus perut buncit maminya itu. "Satu bulan lagi, mungkin." Ucap Adel pelan. Tangannya mengusap rambut panjang putrinya dengan sayang. Semakin hari perut Adel semakin besar dan dia semakin malas beraktifitas. Jalannya mulai susah, dan lebih mudah lelah. Di usia kehamilan yang sudah memasuki usia 8 bulan semakin membuat ruang geraknya terbatas. Bahkan Adam sering mengomel jika Adel melakukan aktifitas yang berlebihan. Suaminya itu sangat protektif dalam manjaga kehamilannya ini. "Nanti Adiknya Kay laki-laki atau perempuan Mi?" Adel menggeleng pelan, sampai sekarang dia dan Adam memang sepakat untuk tidak ingin mengetahui jenis kelamin bayi mereka. Biarkan itu menjadi rahasia, dan

