SELAMAT MEMBACA *** Adam sudah bangun sejak tadi, namun belum juga bergerak dari posisi berbaringnya. Dia mengamati wajah damai istrinya yang tengah tertidur, begitu damai dan menggemaskan seperti bayi. Adam mengusap pelan wajah itu. Setiap harinya saat melihat wajah tertidur Adel, Adam kembali mengingat waktu-waktu yang telah berlalu. Waktu-waktu saat kebodohannya menguasai dirinya, dimana dia bisa mengabaikan dan menyia-nyiakan perempuan seperti Adelia. Cup… Adam mengecup pelan bibir Adel yang sedikit terbuka, sambil tersenyum pelan. Lalu dia menekan hidung istrinya itu hingga tidurnya terganggu. “Hemmmm…” guman Adel dalam tidurnya. Dia mengusap pelan hidungnya. Hal itu semakin membuat Adam tersenyum. “Bangun Del sudah pagi,” ucap Adam. Namun nampaknya hal itu tidak berpengaru

