Pelangi terbangun karena perutnya perih, ia melirik jam weker di nakas yang menunjukkan pukul 1 lebih. Ia lupa tidak mengganti bajunya yang basah karena sangking capeknya wanita itu langsung merebahkan tubuh di kasur. Dengan langkah gontai ia mengganti pakaiannya. "Aww!" rintihnya, perut Pelangi semakin perih. Ia baru ingat sedari pagi belum ada makanan yang masuk ke dalam perutnya sama sekali. Pelangi benar-benar lupa jangan sampai lambungnya kumat tanpa Bundanya disini. Buru-buru ia menuju dapur, membuka kulkas dan mencari bahan seadaanya untuk ia masak. Tapi ia harus tertawa getir karena tidak ada bahan sama sekali disana, mengingat apartemen ini baru mereka tempati juga, ia belum mengisi keperluan memasaknya. Pelangi memegang perutnya yang semakin perih, dengan susah payah ia menga

