Part 18

1027 Kata

Siska dan Gifta baru saja datang, sepertinya akhir-akhir ini mereka tampak datang lebih pagi seakan ingin mempertontonkan kemesraan di depan Pelangi. Pelangi yang sudah tau siasat mereka berdua hanya mengedikkan bahu acuh tak peduli. "Ya udah gih buruan ke kelas bentar lagi Pak Nuri dateng," "Iya sayang," ujar Gifta seraya mencium kening Siska. Pelangi melirik sekilas lalu melanjutkan membaca novelnya, sebenarnya ada setitik rasa cemburu yang menyeruak melihat kemesraan Gifta dan Siska. Buru-buru ia menyadarkan diri, siapa dia di mata Gifta. Sambil berjalan melewati di depan Pelangi, Siska memandang remeh. Ia merasa puas, pasti sekarang Pelangi sakit hati. Di tatap seperti itu Pelangi memutar bola matanya malas. Selalu paginya terusik oleh wanita jadi-jadian seperti Siska. Aura negat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN