Part 23

1027 Kata

Baru saja melangkah masuk ke dalam apartemen, Gifta menyambut Pelangi dengan muka datar nan dingin yang biasa laki-laki itu tampakkan. Andai saja kalau Gifta menyambutnya dengan seutas senyum ah pasti Pelangi salah tingkah. "Puas kan lo udah buat gue malu di depan anak-anak!" bentak Gifta. "Dasar caper! Gue gak bakal simpati sama elo!" Pelangi ingin menulikan pendengarannya barang sejenak, sungguh ia tidak ingin berdebat yang Pelangi mau hanyalah berbaring saja, merebahkan punggungnya yang terasa pegal dan juga lambungnya masih berdenyut perih. "Yang ada gue jijik liat muka lo!". "Gue nggak ada niat-" "Gue gak butuh lo ngomong. Eneg gue dengernya!" desisnya semakin membuat rongga ulu hati Pelangi tercubit. "Dan gue tau alasan lo selalu pulang malam?" imbuhnya. Pelangi menautkan alis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN