Gifta menatap seorang wanita yang berada di sampingnya. Ia melihat wajah lelah wanita tersebut. Bagaimana bisa dirinya mencintai wanita sebaik Pelangi, yang cintanya kepada Gifta tidak perlu dipertanyakan lagi. Sebenarnya ia sedikit tidak percaya, takdirnya benar-benar sangat diluat dugaan. Gadis yang dulu menolongnya kini menjadi wanita yang sangat ia cintai di dalam hidupnya. Ia mencium sekilas bibir ranum Pelangi sedangkan tangannya tak tinggal diam untuk tidak mengelus rambut istrinya. Laki-laki itu sengaja tidak membangunkan sang istri terlebih dulu, karena ia tau rutinitas setiap hari istrinya bangun pagi menyiapkan segala keperluannya dan juga dua anaknya. Memasak, membersihkan rumah belum lagi jika dua bocil kesayangan berulah. Sebenarnya bila dibandingkan dengan Pelangi, Gifta

