Bab 12

1525 Kata

Hanya tiga detik tatapan itu beralih lagi. Ya, itulah kebiasaannya menatap seorang wanita, tak lebih dari tiga detik saja. Itupun sudah termasuk rekor untukku. "Kamu nggak denger suara adzan?" ucapnya kemudian sambil melepas seat belt-nya. Mataku mengerjap, kupasang telingaku dengan seksama, dan benar saja suara adzan telah berkumandang, pertanda waktu untuk menunaikan salat Isya untuk kaum muslimin telah tiba. Sedari tadi saat di dalam mobil aku memang melamun, ia mendiamiku begitu lama jadi aku tidak punya pilihan lain selain bergelut dengan pikiranku sendiri. Tanpa sadar ia sudah ada di luar mobil, berjalan tanpa menghiraukanku. Ah! Lelaki itu memang tidak ada sweet-sweet-nya sama sekali. Dikiranya aku ini patung apa? Gak perlu membukakan pintu, tapi setidaknya bisa kan sedikit berba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN