Tidak ada satu pun nilai baik dari mengurung diri seperti orang i***t. Aku tidak suka kesendirian. Aku tidak suka sepi. Aku tidak suka menyendiri dan segala hal-hal yang menjadikanku diam. Kecuali saat sedang menulis. Sebab aku lebih suka melihat keramaian. Bagaimana interaksi orang-orang saat berkomunikasi dan itu bisa kujadikan bahan. Well, meskipun satu yang tetap tak akan bisa: romansa. Aku sudah kehilangan sumber romantisme itu dan kini ... di mana aku mesti mencarinya lagi? Tata ... Oh astaga ... iya, benar. Aku merindukan Mas Agra. Rindu bagaimana setiap dia menggulung lengan kemeja sambil tersenyum ke arahku. Rindu babagaimana cara ia membenarkan posisi b****g ketika aku duduk begitu rapat dengannya. Rindu dengan gesturnya saat menyugar rambut sambil tertawa. Rindu kebaikanny

