"Mama mau kemana?" pertanyaan yang membuat Ardela menghentikan langkahnya, wanita itu membalikan tubuhnya, kedua tanganya terlipat di d**a, menaikan sedikit dagunya, menatap tajam laki-laki yang sah menjadi suaminya."Itu bukan urusan papa," ucap Ardela dingin, wanita itu masih tetap di posisinya, masih setia menatap tajam suaminya itu."Kalau kamu mau mengganggu menantu jangan harap aku akan membiarkan begitu saja, sudah cukup aku berdiam, kelilangan dua puteri membuatku muak akan sikap kamu yang sudah keterlaluan." Ardela berdecih, "Kena hasutan apa kamu dari wanita ular itu?" Joni menghela napas dalam, "Ini tidak ada hubungan dengan Arlin." Ardela memutar bola matanya, suara geraman tertangkap jelas di indra pendengar Joni. Mata lelaki itu menatap iba istrinya, Joni merasa bersalah, apa

